my life as an ordinary girl who learn to be a real broadcaster…^_^
Catatan Alya Tentang Feminisme
04.16.10 | No Comments
Category: Pemikiran Saya

Widiiihh … dalam tulisan saya kali ini saya coba mengulas sedikit pengetahuan tentang Feminis. Sebuah istilah yang menurut saya agak berat dan butuh bekal banyak membaca. Tapi saya pribadi bukan orang yang suka baca yang “berat-berat” makanya saya mencoba memahami arti istilah Feminisme dengan gaya saya sendiri dan setelah browsing kanan kiri.

taken from feministblog.org

taken from feministblog.org

Latar belakang saya menulis ini karena seorang teman saya yang bilang bahwa saya ini Feminist. Karena kurangnya pemahaman saya maka saya sempat menolak dibilang Feminist. Saya pikir saya masih mengakui keberadaan pria yang nantinya akan menjadi kepala keluarga.

Dan saya juga sadar sekali bahwa secara takdir hehe … pria lebih kuat dari perempuan. Saya tidak ingin melebihi kodrat saya sebagai perempuan.

Tetapi teman saya ngotot bilang bahwa saya Feminist karena saya berambisi menjadi perempuan yang suksesnya bisa melebihi pria. Terbukti dengan kekaguman saya terhadap beberapa tokoh perempuan seperti Sri Mulyani, Oprah Winfrey, Angela Merkel sampai Indra Nooyi. Padahal sih saya hanya mencontek resep sukses mereka di dunia mereka masing-masing. Saya yakin bahwa mereka juga memiliki keluarga dan sebuah tantangan besar dimana mereka harus menyeimbangkan karir dan keluarga. Saya pikir belum tentu mereka juga mendominasi rumah tangga. Akhirnya saya mencari tau apa sih Feminisme itu sebenarnya. ^_^

Feminisme itu sendiri berarti Gerakan Perempuan. Feminisme mulai muncul saat era Pencerahan di Eropa di abad 19 yang dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condorcet. Perkumpulan masyarakat ilmiah untuk perempuan muncul pertama kali didirikan di Middelburg, sebuah kota di selatan Belanda pada tahun 1785.

Perempuan di negara-negara penjajah Eropa memperjuangkan apa yang mereka sebut sebagai universal sisterhood.Kata feminisme dikreasikan pertama kali oleh aktivis sosialis utopis, Charles Fourier pada tahun 1837.
Pada awalnya gerakan diperlukan pada masa itu,untuk memperjuangkan kebebasan perempuan. Sejarah dunia menunjukkan bahwa secara umum kaum perempuan (feminin) merasa dirugikan dalam semua bidang seperti bidang sosial, pekerjaan, pendidikan, dan politik.

Di Indonesia sendiri gerakan feminisme dimulai oleh RA Kartini. Ia memperjuangkan hak yang sama atas pendidikan bagi anak-anak perempuan. Hal ini terbukti dari sebuah suratnya untuk Prof. Anton tanggal 4 Oktober 1902, yang dimuat dalam buku Habis Gelap terbitlah Terang. Ia menulis seperti ini …

“Kami disini memohon diusahakan PENGAJARAN dan PENDIDIKAN anak perempuan, bukan sekali kali karena kami menginginkan anak perempuan menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya”

Saya pribadi sih setuju dengan gerakan Feminisme yang dicetuskan RA Kartini ini, karena pendidikan adalah salah satu dasar yang harus dimiliki seseorang untuk dapat berpikir dan merangsang daya cipta.

Awalnya inti dari Feminisme adalah persamaan hak untuk mendapatkan pendidikan.

Tetapi entah kenapa saya merasa pemikiran Feminisme mulai bergeser ke arah “penindasan” pria. Misalnya ada seorang perempuan yang berambisi untuk sama kuat dalam hal apapun seperti pria. Dia merasa mampu menjadi apapun yang dilakukan pria (persaingan). Jadilah muncul sifat-sifat pria dalam dirinya yang terkadang tidak sesuai konteks Feminisme.

taken from en.feministblog.org

taken from en.feministblog.org

Seperti yang saya baca, peran media sangat penting dalam pergeseran arti Feminisme.

Istilah feminis kemudian berkembang secara negatif ketika media lebih menonjolkan perilaku sekelompok perempuan yang menolak penindasan secara vulgar (mis: membakar bra).

Ditambah lagi dengan muncul banyak “preman-preman wanita”. Aduh saya tidak menolak keberadaan mereka. Hanya saja kalau keberadaan mereka dikaitkan dengan kesetaraan dengan pria itu masih salah konteks. Wanita itu identik dengan kehalusan sikapnya. Halus sikapnya bukan berarti tidak punya prinsip dan keberanian dalam berpikir dan bersikap.

Untuk sikap-sikap vulgar wanita seperti tadi ternyata masuk dalam satu aliran Feminisme yaitu Feminisme Radikal. Mungkin ini yang lebih sering terjadi saat ini. Aliran ini mempunyai pokok pikiran seperti ini yaitu tidak atas dasar perbedaan alami perempuan dan laki-laki. Yang diperlukan adalah penghapusan peran perempuan dan laki-laki yang diciptakan oleh masyarakat. Penindasan oleh laki-laki adalah yang paling utama dari seluruh bentuk penindasan lainnya. Wow! Padahal sesama wanita juga bisa saling menindas. ^_^

Menurut makalah yang saya baca, pemikiran ini berkembang dan feminis radikal adalah aliran yang paling dekat ke munculnya feminis lesbian dan yang mengajukan kritik terhadap heteroseksual sebagai orientasi yang diharuskan atau disebut sebagai normal. Wewww … semakin bergeser. Tetapi itulah kenyataannya saat ini.

Tulisan saya ini bukan untuk menghakimi pemikiran itu. Saya hanya ingin meluruskan pemikiran saya dan pemahaman saya tentang Feminisme. Awalnya Feminisme adalah konsep yang sederhana dimana perempuan hanya ingin memperoleh keadilan dalam segala hal terutama pendidikan. Bukan untuk melebihi pria dan kodratnya.

RA Kartini pun mengungkapkan bahwa yang ia inginkan adalah pendidikan untuk anak perempuan bukan untuk menyaingi pria.

Tapi karena RA Kartini yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”

Menurut saya pribadi Feminisme itu lebih diukur dari kebebasan berpikir dan berekpresi dari seorang perempuan. Saya mengakui saya seorang feminist tetapi saya tidak akan melawan kodrat saya sebagai perempuan. Siapa sih yang tidak ingin kaya dan sukses melebihi pria. Tetapi seorang pria tetap harus dihormati mejadi kepala keluarga. Seorang feminist yang hebat adalah dia yang mampu menyeimbangkan kehidupan karirnya dan keluarganya. Yah inilah sedikit catatan pemahaman saya tentang Feminisme. Tampaknya saya masih harus belajar banyak untuk bisa memahaminya biar sukses seperti ibu Gadis Arivia dan tokoh wanita lainnya yang sangaaaaat saya hormati! ^_^

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Feminisme

dan sumber bacaan lainnya tentang Feminisme ^_^

No Comments so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required)

(required)